RSS

PUNDEN KYAI PARAN MRANGGEN

Cerita Rakyat “Punden Kyai Paran”
Riwayat Simbah Nyai Sakem dan Simbah Kyai Paran.
Riwayat dukuh Dolog.
Alkisah :
Pada zaman dahulu tersebutlah seorang wanita mulia, beliau adalah Simbah Nyai
Sakem. Simbah Nyai Sakem adalah orang cikal-bakal bubag alas (Dukuh Dolog). Adapun bukti-bukti peninggalan atau tapak tilasnya yaitu sumur bong yang sampai sekarang masih bisa diambil dan dimanfaatkan airnya oleh warga sekitar. Sedangkan
makam Simbah Nyai Sakem, konon ceritanya tertindih rel kereta api. Tahun bertambah tahun lambat laun warga dolog bertambah banyak jumlahnya akan tetapi iman dan akidahnya kurang kuat atau rapuh. Sebagian warga punya kepercayaan Nyadran. Dan Nyadran itu sendiri caranya sudah menyimpang dari akidah islam. Yaitu membawa nasi kendil dan membuang uang di sumur bong tersebut. Melihat perbuatan masyarakat dolog sudah menyimpang dari akidah Islam menjadi prihatinlah tokoh-tokoh agama dan tokoh tokoh masyarakat dolog. Beliau adalah Simbah Kyai H. Ahmad Shodiq, Simbah Kyai H. Nawawi, Simbah Kyai H. Asror, Bapak H. Modin Nurhasyin, Bapak Kyai H. Chumaidi dll. Para tokoh agama dan masyarakat tersebut mengadakan musyawarah, bagaiman caranya untuk meluruskan akidah masyarakat dolog. Tanpa meninggalkan orang yang berjasa di dekat dolog tersebut. Dan para tokoh sepakat memutuskan untuk mengadakan khoul atau ulang tahun. Tokoh atau orang yang berjasa besar di dukuh dolog yaitu Khoul disentralkan di makam Kyai Paran. Setiap tanggal 18 Muharam Syuro, sedangkan makam Simbah Kyai Paran yang menemukan adalah Simbah Kyai Ageng Darat, yang makamnya di Bergota Semarang.
Awal kisah Simbah Kyai Paran. Pada suatu hari, Simbah Kyai Ageng Darat berkunjung ke rumah muridnya. Muridnya itu Simbah Kyai H. Yusuf. Dan diajaklah Simbah Kyai H. Yusuf berjalan-jalan oleh Simbah Kyai Ageng Darat sampai dia suatu tempat Simbah Kyai Ageng Darat berhenti dan berkata “Yusuf, disini ada makam seorang wali, peliharalah atau rumatilah dan wali tersebut tidak lain adalah Simbah Kyai Paran”. Sedangkan kepanitiaan Khoul Simbah Nyai Sakem dan Simbah Kyai Paran mengalami pasang surut. Pertama, kepanitiaan Khoul Simbah Nyai Sakem dan Simbah Kyai Paran adalah Pamong Praja. Kedua, para takmir masjid. Karena banyaknya kegiatan di masjid dan yang aktif mengurusi Khoul (Bapak Sami’un) meninggal dunia maka agenda Khoul Simbah Nyai Sakem dan Simbah Kyai Paran semakin mengkhawatirkan. Maka pada tahun 2000 saya Rabudin Bapak M. Subari/ sekarang lurah kembangarum dan Bapak Syaifudin dan di dukung oleh para ulama, Kyai dan tokoh masyarakat, membentuk panitia Khoul sekaligus mendidik masyarakat, “Bahwa Simbah Nyai Sakem dan Simbah Kyai Paran itu adalah milik masyarakat dolog. Dan Khoul Simbah Nyai Sakem/ dan Simbah Kyai Paran juga menjadi moment rutin setiap tahun masyarakat Dolog”.

NB : Adapun tanggal peringatan Khoul di ubah.
1. Simbah Kyai Paran adalah seorang musafir.
2. Sampai sekarang kepanitiaan Khoul Simbah Nyai Sakem dan Simbah Kyai Paran masih eksis atau aktif.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar